Sabtu, 06 Juni 2015

Dingiiiiiiiiiiiiiiiiin!

Aku orangnya nggak tahan dingin. Kalau panas? Nggak tahan juga. Maunya apa tooh?? Dasar manusia tidak pernah puas. Tapi tapi kan manusia harus menjaga keseimbangan homeostasis biar tubuh bekerja dengan baik, salah satunya menjaga keseimbangan suhu *nyari pembenaran*. Suhu yang paling enak ya yang sejuk atau anget.

Balik ke soal dingin tadi. Sebenernya sih jaman dulu aku nggak kayak gini loh. Dulu aku orangnya doyan banget sama dingin, bahkan selalu protes kalau AC kurang dingin dan kalau di rumah hobinya buka kulkas terus masukin muka ke freezer. Padahal rumahnya udah lumayan adem gara-gara deket hutan. Sekarang malah nggak bisa tidur kalau selimut kurang tebel. Kok bisa? Sejak kapan aku jadi begini?

Kalau diinget-inget lagi sih kayaknya sejak aku ikut kemping pramuka di gunung apa gitu namanya maaf lupa. Ibuk dulu ngingetin buat bawa baju tebel dan sebagainya, tapi dasar emang anak ngeyel aku bilang nggak apa-apa, karena ngerasa kuat dingin dan ngerasa Ibuk rada parno soalnya Ibuk emang orangnya nggak tahan dingin sama sekali. Lagian di daftar barang bawaan wajib (dari pramuka) enggak disuruh bawa itu semua. Akhirnya aku berangkat dengan perlengkapan seadanya dan seenaknya. Jaket sih jelas bawa, tapi jaket tipis. Boro-boro kantung tidur, selimut aja nggak bawa sama sekali (waktu itu nggak suka tidur pake selimut soalnya). Bukannya bawa selimut malah bawa bantal *anak pinteeeerrr*. Padahal bantalnya malah ngerepotin karena aku bawa tas khusus buat si bantal itu (padahal udah bawa ransel gede plus gotong-gotong karpet).

Sebenernya sih di gunungnya nggak dingin-dingin banget, bukan di puncaknya atau di tempat tinggian sih. Malah enak, sejuk adem gitu. Tapi pas malem... keadaan berubah jadi neraka. Haduuuh, gak bisa tidur gue, tanahnya keras begitu dan alas tidurnya kurang empuk (kecuali bagian kepala, kan ada bantal). Mana dinginnya super sekali, pinter banget ih cuma pake jaket tipis selapis dan nggak bawa selimut! Alhasil harus berbagi kain sama temen setenda. Kainnya pun kecil dan tipis banget. Kakiku susah digerakin dan kaku saking dinginnya. Kenyamanan kepala pun harus dikorbankan, karena bantalnya kupeluk buat ngurangin kedinginan. Nggak banyak ngaruh sih.

Acara yang paling kutunggu-tunggu itu acara api unggun. Sayangnya pas acara rasanya pengen gigit jari aja karena aku dapet jatah duduk... jauuuh banget dari si api unggun. Tetep dingiiiiin!! Pengen banget banget banget tuker posisi sama kakak-kakak yang nari ngelilingin api unggun. Pas acara tengah malem aku sama temenku malah sengaja pura-pura sakit biar bisa masuk tenda medis. Ternyata di sana enak (lebih enak dari tenda kita malah), dikasih minum anget juga. Yah, curang sedikit sih, daripada duduk tengah malem di udara terbuka yang super dingin dan malah sakit coba? Mencegah lebih baik daripada mengobati kan?

Setelah tiga hari dua malam tersiksa dengan dinginnya gunung blabla yang aku lupa namanya itu, bahkan sampai detik ini, aku jadi nggak kuat dingin. Kalau tidur harus pake selimut tebel plus meluk bantal, jadi harus pakai bantal minimal dua kalo tidur. Kalau pas kuliah deket AC dan disetelnya dingin (atau aku aja yang ngerasa kedinginan, yang lain cuek aja tuh), bawaannya pengen cakar orang dan berharap kuliah cepet-cepet selesai. Baju basah sedikit aja nggak tahan. Sekarang aku jadi heran kok bisa aku di jaman dulu doyan masukin muka ke freezer...

Sepertinya ini karena aku dulu ngeremehin nasihat Ibuk deh. Padahal yang beliau bilang emang bener. Gunung itu dingin, udah percaya aja! Kok bisa ya dulu aku sebego itu....

Selasa, 02 Juni 2015

Il Volo

Akhir-akhir ini aku sedang tergila-gila grup vokal yang satu ini. Mereka dari Italia dan jago bahasa Italia semua /yudonsei. Musik mereka katanya bergenre operatic pop. Sebenernya aku juga nggak begitu ngerti apa maksudnya operatic pop itu (pop yang dioperasi? pop yang dinyanyiin operator warnet?). Katanya sih kira-kira kayak gabungan antara pop sama opera. Tapi mereka menolak mentah-mentah disebut opera. Kalau kata personilnya sih "We sing pop songs in classical way, and sing classic songs in fresh way". Terus katanya, "Our music has no description. You describe." Lah, tapi dibilang opera nggak mau? Terserah masnya aja deh.

Tiga member Il Volo. Dari kiri ke kanan: Ignazio Boschetto, Gianluca Ginoble, Piero Barone.
Grup ini terdiri dari tiga cowok Itali tampan dan jago nyanyi. Piero Barone, Ignazio Boschetto, dan Gianluca Ginoble. Dan usia mereka nggak beda jauh dari aku (bahkan sama Gianluca cuma beda setaun), tapi suaranya udah luar biasa. Gianluca punya suara baritone, Ignazio dan Piero bersuara tenor. Yang paling aku suka dari mereka itu tiga-tiganya sangat suka musik dan selalu nyanyi kapanpun dimanapun. Bahkan di interview atau acara masak-masak pun mereka suka nyanyi colongan. Dan suara mereka tetep merdu walaupun nyanyinya dadakan gitu.

Aku pertama kali tau Il Volo ini dari Eurovision Song Contest tahun ini. Mereka bertiga mewakili Italia di Eurovision. Menang? Iya... mereka juara ketiga harusnya juara satu tuh. Tahun ini pertama kalinya aku nonton final ESC langsung, streaming sih di YouTube (dengan koneksi abal dan patah-patah, endingnya kuota abis sebelum selesai zz). Karena live dari Eropa langsung (tahun ini finalnya di Austria), aku begadang nontonnya. Pas udah nggak kuat nahan ngantuk, tiba-tiba di entri terakhir ada tiga cowok tampan dari Itali yang nyanyi lagu keren. Mata langsung seger mendadak! Ini dia lagu yang dinyanyiin Il Volo di Eurovision: Grande Amore.



Setelah terpukau sama penampilan mereka dan muter 100x saking kesengsemnya, aku fudulin apapun tentang Il Volo. Ternyata grup ini terbentuk tahun 2009. Tunggu, tunggu, berarti waktu itu personilnya masih umur 14-15 tahunan? Yah, pokoknya mereka bertiga dipertemukan oleh takdir di acara TV Itali tentang nyanyi-nyanyian juga, terus mereka dijadiin grup sama produsernya. Gitu cerita singkatnya.
Il Volo waktu masih remaja. Muda dan fresh dan kayak boyband. Ignazio belum diet waktu itu.
Anyway, bahkan di umur belasan tahun suara mereka udah keren sangat loh. Liat aja waktu mereka nyanyi Il Mondo di tahun 2011 ini.


Lagu mereka kebanyakan bertema cinta (maklumi saja, cowok Italia memang romantis), walaupun aku nggak ngerti artinya. Abis kebanyakan nyanyi pake bahasa Italia atau Spanyol sih. Kadang-kadang nyanyi lagu bahasa Inggris juga sih. Kalau kata Gianluca, "We Italians are very romantic people, and we appreciate love songs very much, no matter what language they're in".

Ini penampilan Il Volo yang nyanyi sama Pia Toscano. Aaaa pengen jadi Mbak Piaaa! *lanjut makan bakpia* *nggak nyambung*


Kebiasaan, tiap suka sama sesuatu, pasti aku nyari di Indonesia ada fandomnya nggak ya? Iseng googling dengan keyword "Il Volo Indonesia". Dan ternyata... ADAAA!! Huaa! Ternyata bahkan ada twitter @ILVoloIndonesia. Tuh kan mas, di Indonesia udah ada fandomnya tuh! Kapan ke Indonesia? #heh.

Sayangnya update-an terakhirnya tahun 2013 (itupun cuma "hey hey" doang). Kalian kemanaaa? Kok nggak pernah update lagi? Padahal mereka jadi finalis Eurovision 2015 loh! Temenin aku fangirlingan dong~~

Pokoknya gitu deh, sekian tentang Il Volo. Maafkan aku yang selalu update status fangirling tentang mas-mas Itali ini di Facebook. Habisnya, sesuai sama namanya (Il Volo artinya "terbang" kalo gak salah), mereka bikin aku terbang melayaang~~ *terus jatuh*

Senin, 01 Juni 2015

Hari Jadi Kerajaan

Bukan bermaksud kabur dari status WNI, tapi aku tergabung di sebuah kerajaan. Ciee. Enggak kok, aku bukan putri yang tertukar kayak di Princess Diaries. Juga bukan sebuah gerakan membentuk negara baru terus ladur dari negeri sendiri. Kerajaan ini adalah sebuah grup di Facebook yang ngaku-ngaku kerajaan, namanya Hirawling Kingdom. Motto kerajaan ini adalah "menulis, mengkhayal, dan melucu". Yah, kalau dibilang grup kepenulisan sih nggak juga, soalnya kita jarang ngebahas soal tulis-menulis. Lebih banyak mengkhayal dan melucu. Tapi hei, bukankah nulis post atau komen di grup juga termasuk "menulis"? Bener kan? Nggak salah kan?

Khayalan anggota Hirawling Kingdom ini emang khayalan tingkat tinggi, bahkan menganggap grup ini sebagai kerajaan beneran (termasuk aku, hahaha). Pangeran kerajaan adalah founder grup ini, yaitu pangeran kerajaan Hirawling yang juga founder grup Hirawling Kingdom. Namanya Haris Firmansyah (cek blognya ya). Nama Hirawling diambil dari penulis idolanya, Andrea HIrata, RAditya Dika, dan JK RoWLING. Dia temen FB-ku dari lama, lupa juga dulu awal nge-addnya gimana. Kalau gak salah sama-sama mutual friend-nya penulis Oben Cedric deh. Aku lupa. Yang jelas aku pertama tau beliau waktu abis lulus SMK dan lagi nganggur, sekarang udah jadi penulis.

Empat tahun yang lalu, kak Haris (sebut saja Pangee karena dia pangeran di HK) membentuk grup FB yang namanya Hirawling Kingdom. Aku awalnya cuma liat Hirawling Kingdom kayaknya seru, terus minta Pangee masukin. Pas masuk, aku jadi orang numpang lewat doang di sana karena nggak kenal orang-orangnya. Walaupun udah memperkenalkan diri, tetep aja rasanya canggung buat ikutan nimbrung. Padahal orangnya asik-asik dan punya khayalan tingkat tinggi. Ada yang ngaku-ngaku koki kerajaan, tukang kebun, sampai perdana menteri. Karena nggak ada ide mau jadi apa, aku jadi Orang Numpang Lewat aja. Bahkan waktu kerajaan memutuskan mau bikin kitab (baca: antologi. baca lagi: antogila), aku yang tadinya mau ikutan nulis nggak jadi ngirim karya. Belum berasa jadi anggota kerajaan sih...

Lama-lama aku nyoba buat sering muncul di grup. Dan ngaku-ngaku sebagai kucing kerajaan yang doyan Oreo. Sampai akhirnya aku jadi ikutan berbaur sama warga Hirawling Kingdom. Dan tanpa disangka, temen sekolahku juga ikutan masuk kerajaan ini. Entah dia taunya dari mana.

Oke, ini sekilas info tentang Hirawling Kingdom...


Kamis, 09 April 2015

EuroSong Generator


Pernah denger yang namanya Eurovision? Eurovision Song Contest (sering disingkat ESC, Eurovision, EuroSong, etc) adalah kompetisi musik tahunan yang diikuti negara-negara Eropa yang masuk EBU (European Broadcasting Union). Setiap negara mengirimkan satu entri, baik dia solois ataupun grup vokal atau band, pokoknya asal dia pemusik dan bisa nyanyi aja. Beda sama kontes nyanyi-nyanyian di tipi yang biasanya mengaudisi orang-orang awam buat cover lagu orang, di ESC biasanya entry-nya adalah penyanyi yang udah diakui sebagai penyanyi, minimal udah debut pake lagu sendiri deh. Lagu yang ditampilkan di ESC juga wajib lagu original terbaru. Anggun C. Sasmi juga pernah ikut Eurovision 2012 mewakili Perancis (masuk final pula, tapi nggak menang). Adekku demen banget sama kontes Eurovision ini, sampe-sampe begadang buat streaming final ESC segala.

Nah, dari kontes Eurovision itu, ada game yang namanya EuroSong Generator. Game ini adalah game simulasi Eurovision, jadi ceritanya kita bikin entri suatu negara buat ikut kontes Eurovision, gitu.

Cek aja di http://games.usvsth3m.com/eurosong/

Yap, game start! Klik "Start Now" buat mulai bikin entry Eurovision suka-suka kita, kalau "Random Entry" itu entry-nya suka-suka komputer.

Langkah selanjutnya, pilih salah satu negara yang mau kamu bikin entry-nya. Negara-negara ini adalah sebagian negara yang ikut kontes Eurovision (nggak semuanya sih). Misalnya aku klik "France" buat bikin kontestan dari Perancis.

Kemudian, pilih artisnya! Boleh pilih solo, duo, trio, atau kwartet. Kali ini aku pilih tiga orang random, yakni si jenggotan, si botak, dan si kumisan (gak tau namanya, sori).

Sabtu, 04 April 2015

Goodbye & Hello

Welcome to my blog! Kayaknya itu kalimat pertama yang bakal kuucapkan di postingan pertama. Well, dari dulu aku selalu bingung kalau nulis postingan pertama di sebuah blog. Blog pertamaku waktu jaman SMP, masih bocah-bocahnya dan alay-alaynya, isinya cuma postingan pertama doang. Habis itu nggak nulis lagi. Apa isi postingan tersebut? "Hai, namaku *nulis nama lengkap*, kelas 8 di SMP XXX *nulis nama sekolah lengkap*, dan aku tinggal di sini *terus nulis alamat lengkap*"

KENAPA KAMU NULIS INFORMASI SELENGKAP-LENGKAPNYA SAMPE ALAMAT SAMA SEKOLAH SEGALA? BAHAYA NAAAAK!! Untungnya, sampai sekarang nggak pernah ketemu penguntit, penculik dan sebangsanya. Mungkin emang nggak ada yang baca blogmu, Syif.

Blog kedua, ketiga, dst sudah kulupakan sama sekali. Beneran lupa isinya kayak apa! Yang kuinget adalah blog yang terakhir kali kubuat sebelum ini, bloglamasaya.jangandibuka.com.

Isinya alay banget! Ceritanya ngikutin gaya blog-nya idol Jepang tapi gagal. Blog idol Jepang kan rata-rata kalimatnya pendek-pendek dan seringnya dipotong-potong (misalnya: "hari ini-- aku pergi ke Disneyland sama.... *ada foto si idol sama temennya yang idol juga* orang ini!!! (lol)"). Ngeselin nggak bacanya? Hehehe. Dan biasanya foto-foto mereka kebanyakan selfie yang ditempelin banyak stiker editan biar kawaii (padahal mereka udah kawaii). Tentu saja aku niruin semua itu! Masalahnya kameraku resolusinya rendah dan cahayanya nggak bagus, dikasih stiker-stiker gitu bukannya jadi unyu malah jadi alay. Intinya, blog-ku yang satu itu sok idol tapi gagal, siapalah aku ini.

Semoga di blog baru ini, kesalahan-kesalahan lama nggak terulang lagi! So I would say goodbye to my old (embarrassing) blog, and say hello to my new blog!